Proyek Pembangunan Gerbang Wisata Religi Makam Tuan Guru Sapat Bermasalah, Ahli Waris Soroti Kualitas Pekerjaan dan Minta Audit
Proyek pembangunan gerbang kawasan wisata religi makam Tuan Guru Syekh Abdurrahman Shiddiq atau yang lebih dikenal sebagai Tuan Guru Sapat di Hidayat, Kecamatan Kuindra, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Provinsi Riau, kembali menjadi perhatian publik.
INHIL--(KIBLATRIAU.COM)--
Proyek pembangunan gerbang kawasan wisata religi makam Tuan Guru Syekh Abdurrahman Shiddiq atau yang lebih dikenal sebagai Tuan Guru Sapat di Hidayat, Kecamatan Kuindra, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Provinsi Riau, kembali menjadi perhatian publik.
Proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Riau Tahun 2024 dengan nilai mencapai Rp379.990.114,40 itu diduga tidak dikerjakan sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan dalam perencanaan awal.
Pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh CV Graha Jaya Mandiri bersama CV Dhinakara Tama Engineering. Namun di lapangan, muncul dugaan adanya ketidaksesuaian hasil pekerjaan dengan standar mutu konstruksi yang seharusnya diterapkan, sehingga memunculkan sorotan dari pihak ahli waris dan pengelola kawasan makam.
Ahli Waris Soroti Dugaan Gagal Konstruksi
Ketua Yayasan Kerukunan Keluarga Syekh Abdurrahman Shiddiq, Dr. H. Ali Azhar, S.Sos., M.H., M.M., yang juga menjabat sebagai Dekan Fakultas Hukum UNISI Tembilahan, menyampaikan kekecewaan dan keprihatinan atas kondisi proyek tersebut.
Ia menilai terdapat dugaan kuat terjadinya gagal konstruksi serta indikasi penyimpangan spesifikasi dalam pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
Menurutnya, proyek yang seharusnya menjadi bagian dari penguatan kawasan wisata religi justru berpotensi mencederai nilai sejarah, budaya, dan spiritual yang selama ini melekat pada makam Tuan Guru Sapat.
Dikunjungi Peziarah Lokal hingga Mancanegara
Ia menegaskan bahwa kawasan makam Tuan Guru Sapat bukan sekadar objek pembangunan biasa, melainkan situs religi yang memiliki nilai tinggi dan setiap tahunnya menjadi tujuan ziarah ribuan peziarah, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.
“Ini adalah kawasan yang sangat dimuliakan. Setiap tahun banyak peziarah datang dari berbagai daerah, bahkan dari luar negeri. Seharusnya pembangunan di kawasan ini dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan kualitas terbaik,” ujarnya.
Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi
Lebih lanjut, pihak yayasan menyebut adanya dugaan bahwa pelaksanaan pekerjaan tidak sepenuhnya mengacu pada spesifikasi teknis yang telah ditetapkan dalam kontrak pekerjaan.
Kondisi tersebut dinilai dapat berdampak pada kualitas bangunan jangka panjang, termasuk potensi kerusakan dini yang dapat merugikan negara serta masyarakat sebagai penerima manfaat.
“Kalau memang ada ketidaksesuaian spesifikasi, ini harus menjadi perhatian serius. Jangan sampai anggaran ratusan juta rupiah tidak menghasilkan bangunan yang sesuai harapan,” tambahnya.
Minta Aparat dan Pemerintah Turun Tangan
Atas kondisi tersebut, pihak yayasan dan ahli waris meminta pemerintah daerah, instansi teknis terkait, serta aparat penegak hukum untuk turun tangan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap proyek tersebut.
Mereka juga mendorong dilakukan audit teknis maupun audit anggaran guna memastikan tidak adanya penyimpangan dalam pelaksanaan proyek.
Menurut mereka, transparansi dan akuntabilitas sangat penting, terlebih proyek tersebut berada di kawasan yang memiliki nilai religius dan sejarah yang tinggi.
Bukan Proyek Percobaan
Dr. H. Ali Azhar menegaskan bahwa proyek di kawasan makam Tuan Guru Sapat tidak boleh diperlakukan seperti proyek percobaan yang mengabaikan kualitas.
“Ini bukan proyek uji coba. Ini kawasan religi yang punya marwah dan harus dijaga. Kami menduga ada unsur kesengajaan untuk mengejar keuntungan besar tanpa memperhatikan kualitas pekerjaan,” paparnya.
Ancaman Cederai Marwah Kawasan Religi
Ia juga mengingatkan bahwa jika dugaan tersebut benar terjadi, maka hal itu tidak hanya berdampak pada kerugian material, tetapi juga dapat mencederai marwah kawasan religi yang selama ini dihormati masyarakat luas.
Pihak yayasan menegaskan tidak akan tinggal diam apabila ditemukan adanya indikasi pelanggaran dalam pelaksanaan proyek tersebut.
“Kami akan terus mengawal ini. Jika ditemukan penyimpangan, maka harus ada pertanggungjawaban yang jelas,” tegasnya. (Anton)

Tulis Komentar